Gregory Alan Isakov Sang Penenun Kata Dari Tanah Colorado




Bagi kalian yang 5tahun ini mengikuti skena musik folk barat maka taka akan asing dengan nama satu ini, Ya. Gregory Alan Isakov. Lahir di Johannesburg, Afrika Selatan namun ia besar tanah Colorado. Gregory telah menyita perhatian beberapa pengamat musik dari awal karirnya. Beberapa mengatakan ia seperti kembali menghidupkan kembali era "Folk Revival" yang dimana banyak musisi yg piawai dalam meramu musik yang simpel namun tetap berbobot diimbangi dengan lirik yang puitis seperti Joni Mitchell, Bob Dylan dkk. Debutnya dimulai di tahun 2003, lalu That Sea,The Gambler ditahun 2007 dan ditahun 2009 dengan merilis "This Empty Northern Hemisphere" dgn beberapa single seperti Big Black Car yg menjadi favorit para kritikus musik karna liriknya. I'f I Go, I'm Goin' yang juga dibantu oleh Brandie Carlile pada backing vocalnya yang seakan menghipnotis dan membawamu ke situasi dimana lagu ini bercerita. 

Dalam wawancara di Bing Session. Ketika Greg ditanya "beberapa hari lalu saya mencoba mendengarkan lagu anda, dan ketika lagu " Big Black Car", I instantly loved it meskipun tak begitu paham arti liriknya waktu itu. Lalu bagaimana proses anda membuat lagu ini? Greg menjawab "Terus terang aku tak tahu bagaimana yang jelas itu seperti datang sebuah wahyu yg harus aku tulis, dalam komposisinya pun aku tak punya formula khusus. Sperti semuanya terjadi begitu saja tanpa aku mengerti arti & kebanyakan lagu2 yg saya ciptakan prosesnya pasti seperti itu. Dia bercerita waktu itu ia sedang dalam perjalanan dan memutar lagu-lagu tom jones dan ketika sesampainya dirumah ia hanya bermain gitar lalu jadilah komposisi tersebut

Tahun 2012, lagu Big Black Car dijadikan theme song iklan McDonnalds disana dan keuntungan dari iklan tersebut semuanya disumbangkan ke lembaga non-profit untuk membantu memakmurkan & mensejahterahkan para petani disana. Greg sendiri adalah seorang petani. Ia memilki kebun yg didalamnya terdapat banyak sayur, buah dan juga "weed" . Sudah tak asing lagi bagi para musisi folk disana, hampir dari mereka semua tak hanya menjadikan musik sebagai satu-satunya namun mereka hidup kembali berdampingan dengan alam seperti menanam, membuka peternakan sendiri seperti hidup ala cowboy yang terkenal jaman dahulu. Semua dilakukan sendiri alias DIY mulai mengelola kebun/peternakannya sampai urusan rekaman. 

Mungkin sekian ulasan singkat saya mengenai sosok gregory ini, akan saya lanjutkan lagi entah kapan karna sosok satu ini takkan selesai dibahas hanya sampai 5000 karakter. Dibawah ini saya akan tulis daftar lagu yang wajib didenger, oke langsung saja:

1. Saint Valentine


Lagu ini bercerita tentang kisah lawas yg terkenal akan pengorbanannya hingga hari dimana ia meninggal dijadikan sebagai momentum untuk meluapkan kasih sayang atau biasa dikenal dengan Valentine's Day. Ya kisahnya yang mengundang simpati ini ternyata membuat gregory terinspirasi dalam menulis lagu, petikan gitar banjo diawal lagunya yang kental nuansa western-nya lalu lirik yang sedikit frontal sudah menjadi ciri gregory.

2. Chemical


Entah sepintas mendengar intro lagu ini terdengar tidak asing namun begitu suara sengau dan lembut si greg masuk maka disitu saya seperti terbawa ke dimensi lain wkwk. Entah lagu ini bercerita tentang apa secara spesifiknya tapi greg banyak mengutip kata atau mungkin dari kisah-kisah yang ada di bible seperti "I saw you bathing in the creek", ini seperti lirik pada lagu Jeff Buckley berjudul "Hallelujah".

3. Amsterdam


Ini adalah salah satu lagu di playlist saya yang selalu saya ulangi. Begitupun dengan lagu ini juga saya tak begity mengerti apa maksud kata Amsterdam dilagu ini, tapi ada sebagian lirik yang waktu pertama denger langsung "ngena", dan saya pernah denger tentang bagaimana lagu menyentuh psikologi seseorang. Dia berkata tak perlu memahami keseluruhan osi lagu, beberapa kalimat saja yang " relate" dengan apa yg dirasakan pendengar maka disitu mistikal lagu itu bekerja, dan waktu itu liriknya pas " she's got my back, she'll follow me, down every street, no matter what my crime" . dan tak lupa dibagian akhir yg "in churces and trains, why they all looked the same" itu brillian menurut saya

4. If I Go, I'm Goin

Lagu ini wajib 100% kamu dengerin pas lagi rada sumpek atau sedang hancur-hancurnya sekalian wkwk. Lagu ini hanya berisi alunan gitar yg menggema ditambah mini orchestra dengan solo mandolin dibagian tengah lagu, dengan format yg bisa dibilang terbatas itu pun greg berhasil membawa nuansa yg magis dilagu. Jika seseorang pernah mengatakan "simplicity is luxury" maka greg telah membuktikannya dilagu ini

5. Big Black Car

Menurut saya, Tak ada lagi lagu greg yg liriknya seindah lagu ini, bener-bener tertata yang membuat saya tak sadar bahwa ini adalah sebuah puisi dengan iringan lagu. Dibawakan secara minimalis namun magis berhasil mengundang komentar positif dari para kritikus musik. 

Post a Comment

Previous Post Next Post